Senin, 07 Februari 2011

BERSATULAH SELURUH RAKYAT INDONESIA!!


BERSATULAH SELURUH RAKYAT INDONESIA!!
TEGAKKAN HAK ASASI MANUSIA (HAM), LAWAN SEGALA BENTUK KEKERASAN DENGAN DALIH APAPUN, TERMASUK ATAS NAMA RAS MAUPUN AGAMA!!

“PENGANIAYAAN TERHADAP JAMAAH AHMADIYAH ADALAH SALAH SATU TINDAKAN ANTI-KEMANUSIAAN DAN MELANGGAR HAK ASASI MANUSI (HAM)”

Foto Penganiayaan Jamaah Ahmadiyah01
Wahai Saudara/i-ku…
Seberapa Jauh Kau Melihat Dirimu?
Seberapa Dalam Kau Mengenal Tuhanmu?
Seberapa Teguh Kau Meng-Imani Agamamu?
Seberapa Jauh Kau Memahami Kitabmu?

Lalu Bagaimana Kau Menjalankan Apa Yang kau Ketahui dan Yakini dan, Bagaimana Kau Mencari Apa yang tidak Kau Ketahui?


Foto Penganiayaan Jamaah Ahmadiyah02
Ketika 20 Orang diserang kemudian terpaksa Bertarung melawan Ribuan Massa adalah Peristiwa yang luar Biasa. Demikianlah yang terjadi di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, dimana Ribuan warga menyerang jamaah Ahmadiyah di Desa Umbulan di kecamatan tersebut. Peristiwa tersebut semakin diperburuk dengan Tindakan Penganiayaan terhadap Jamaah Ahmadiyah yang menyebabkan 3 (Tiga) Orang Meninggal Dunia.

Dengan Alasan Apapun, Tindakan tersebut adalah suatu tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Tindakan tersebut hanya didorong oleh rasa Panatisme yang hanya mengedepankan Eksistensi atas suatu keyakinan semata tanpa menghormati Nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Sosial berbangsa dan bernegara dan, hal demikianlah Tindakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia atas Hak Manusia yang paling Mendasar.

Jika Peristiwa tersebut dipicu oleh Eksistensi suatu Keyakinan ataupun cara menjalankannya, Sesungguhnya Allah Swt telah Berfirman “Lakum Diinukum Waliadin.. Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku”. Petikan Ayat (Firman Allah) tersebut telah Menjelaskan kepada Setiap Hambanya bahwa Tidak ada Paksaan bagi Seseorang untuk Memeluk Suatu Keyakinan atau Agama, Agar Tidak Melakukan Suatu Tindakan diluar Arti Kemanusiaan dan Bertindak atas kehendak Sendiri yang didorong Oleh rasa PANATIK, IRI dan, DENGKI semata.

Dalam Hadis yang Berbeda, Rasulullah telah Menjelaskan kepada Para Sahabat agar disampaikan kepada seluruh Ummat bahwa dalam Kehidupan Dunia dan Akhirat, hanya ada dua Hubungan yang harus dipegang teguh yaitu, “HABLUMMINANNASS WAHBLUMMINALLAH: Hubungan Manusia dengan sesama Manusianya dan Hubungan Manusia dengan Tuhannya”. Artinya bahwa, hal utama yang harus dijaga dengan Baik adalah bagaimana sesorang dapat membangun Hubungan baik sesama Manusianya, baru menjalankan Hubungannya dengan Tuhannya.

Penggalan Hadist tersebut Menjelaskan bahwa bagaimana setiap manusia dapat menjalani hidupnya dengan saling melengkapi sesama manusianya, saling membantu dan saling tolong menolong sehingga benar-benar dapat menjalankan Perintah Tuhannya (Allah Swt) yaitu  “Ta’awanu ‘alalbirriwattaqwa, Wala Ta’awanu ‘Alal Itsmiwal ‘Udwan- Artinya: Saling Tolong Menolonglah kamu dalam kebaikan agar Kamu Bertawa dan janganlah Kamu saling tolon-menolong  dalam kejelekan dan membuat Kerusakan”,  kemudian Hablumminallah (Hubungan Manusia dengan Tuhannya) adalah suatu Hubungan setiap Individu dengan Tuhannya, sehingga tidak seorangpun berhak Mempertanyakan, Menginterpensi apalagi Memaksa seseorang dalam mennjalankan Keyakinannya.

Sesungguhnya, dalam kehidupan Sosial didunia ini akan sangat banyak hal yang mempertentangkan manusia yang satu dengan manusia lainnya karena setiap manusia memiliki kepentingan dan cara yang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu dasar lahirnya suatu Negara yang dibentuk untuk mengakomodir, memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan dan kehendak rakyatnya agar tidak terjadi pertentangan antar sesamanya dan terbangunnya persatuan yang kuat antar sesama yang didasarkan atas kepentingan dan tujuan yang sama demi kehidupan sosial yang harmonis, Berdaulat dan sejahtera.

Nah, Berkaitan dengan Peristiwa Penyerangan dan Penganiayaan terhadap jamaah Ahmadiyah hari Minggu lalu, tentunya tidak bisa dipisahkan dari Peran Negara dalam Memenuhi kepentingan dan kehendak Rakyatnya baik terpenuhinya kebutuhan Materil maupun kebutuhan Spirituil. Peristiwa tersebut menunjukkan kelalaian Pemerintah dalam melayani dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Faktanya bahwa, Seiring perkembangan Krisis yang mengakibatkan meningkatnya angka Pengangguran, Kemiskinan dan Penderitaan Rakyat serta keterbelakangannya dalam aspek Budaya, Berbagai tindak kekerasan baik yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Rakyat maupun Bentrokan antar warga terus mewarnai perjalanan sejarah Negeri ini menuju keadaannya yang lebih maju yang akan tercermin dalam Kehidupan Rakyatnya yang Sejahtera, Adil dan Makmur.

Mari Saudara/i-ku semuanya, Bersatulah semua. Jangan Biarkan ada Sekat yang dapat memisahkan dan memmecahkan persatuan kita, 3 (Tiga) Musuh Rakyat (Imperialisme, Feodalisme dan, Kapitalisme Birokrat) adalah Musuh Utama yang harus dihancurkan Bersama-sama. Jenis Kelamin, Golongan, Suku, bangsa ataupun Agama bukanlah Pembeda untuk Mendapatkan Kesejahteraan Secara Ekonomi, Keadilan Secara Hukum dan Kebebasan dalam Mengembangkan Budaya.


Hidup Rakyat Indonesia!
Sejahtera dalam Kehidupannya, Damai dalam Perbedaannya, Harmonis dalam Persatuannya, dan Berdaulat atas Seluruh HAKnya-Itulah Hasil PERJUANGANNYA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda