Kekayaan Alam dan Tenaga Kerja Murah Adalah primadona di Indonesia
Ironis Memang ketika Melihat dan Menyadari bahwa “NEGERI KAYA RAYA” Penyedia Sumber Pangan Dunia jika dihadapkan dengan Ketersediaan Pangan yang Lemah, apalagi harus mengalami Krisis Pangan (Kini Mengancam).
Benar bahwa Cuaca ataupun Geografis adalah salah satu Faktor dari Lemahnya Ketahanan Pangan, namun ada problem mendasar yang sesungguhnya menjadi penyebab Utamanya, Yaitu “Monopoli atas Tanah yang makin Meluas diseluruh Nusantara dan Alih Fungsi lahan dari produksi pertanian untuk kebutuhan pangan digantikan dengan Perkebunan ataupun Industri penyedia kebutuhan Energi, dll”.
Negeri yang dikenal Sebagai Negara Agraris dengan luas wilayah dan Kekayaan Alamnya serta dengan Jumlah Penduduk yang besar yang sesungguhnya menjadi Syarat Objektif Untuk Kemandirian Negeri ini, namun Faktanya ternyata tidak mampu menjamin terpenuhinya Kebutuhan dan atau Kesejahteraan Rakyatnya.
Perkembangan Situasi dalam Negeri memang tidak akan pernah terlepas dari situasi umum Internasional.
Saat ini, Imperialisme yang semakin Kalut dengan Krisis didalam tubuhnya yang tak kunjung usai bahkan menunjukkan keadaannya yg semakin Akut dan Kronis. Situasi tersebut telah mendorong Imperialisme untuk semakin dalam menancapkan dominasinya dinegeri Jajahan, setengah jajahan dan Setengah Feodal untnk ikut bertanggungjawab menyelesaikan Krisis tersebut.
Indonesia sebagai salah satu Negara yang berada dibawah dominasi Imperialisme bahkan menjadi salah satu prioritas utama (Selain China & India) sebagai penopang utama pemulihan krisis tersebut. Dengan Pemerintah Rezim Boneka yang Berwatak Anti Rakyat, Seluruh Kekayaan alam dan Bahan mentah yang ada sepenuhnya telah dilimpahkan kepada Sang tuan (Imperialisme), bahkan Tenaga manusia (Rakyatpun) dijadikan Tumbal untuk memenuhi kehendaknya baik sebagai Tenaga kerja yang dibayar Murah atapun sebagai Korban berbagai Tindak kekersannya.
Faktanya Saat ini, Bagaimana Tidak, Rakyat terus mengalami Kemiskinan, Kesulitan mendapatkan bahan Makanan. Hal tersebut disebabkan karena seluruh Kekayaan, mulai dari bahan mentah hingga Produk jadi memang sudah dikuasai oleh Imperialis. Dengan Hegemoni Politik, Ekonomi dan Budaya yang ditancapkan untuk Memperkuat Dominasinya didalam Negeri telah Mengantarkan Rakyat Indonesia dalam keterbelakangan yang memilukan, Rakyat Indonesia telah dibentuk Ketergantungan atas Produk Luar Negeri (Import) Mulai dari Kebutuhan Rumah Tangga hingga Produk Berteknologi Tinggi, Selain itu Produksi dalam Negri diarahkan dengan Orientasi Eksport untuk Memenuhi kebutuhan pasar Dunia atau bukan samasekali untuk kebutuhan Domistik (Dalam Negeri).
Jadi, Melalui Paparan Singkat diatas dapat disimpulkan Bahwa, Problem Utama Rakyat Indonesia adalah Maraknya Perampasan “UPAH, TANAH dan KERJA”.
1). Perampasan Upah:
Membludaknya angka Pengangguran yang terjadi di Indonesia adalah suatu dampak dari System yang dijalankan secara Systematis oleh Rezim Boneka saat Ini. Menyediakan Cadangan tenaga kerja yang besar memang salah satu Upaya Pemerintah untuk Menjalankan Skema Politik “UPAH MURAH” didalam Negeri yang akan diserahkan secara Cuma-Cuma dengan Harga yang Murah untuk Menjamin Biaya Produksi yang rendah Bagi Sang Tuan (Imperialisme).
2). Perampasan Tanah
Benar bahwa Indonesia adalah Negara yang Luas dan memiliki Penduduk yang Besar dengan Mayoritas dari Penduduknya adalah Kaum Tani yang mencapai 65% dari total jumlah Penduduk Indonesia. Tapi Kenyataannya, Kaum tani samasekali tidak berdaulat atas atanahnya, bahkan saat ini sebagian besar kaum tani tidak memiliki tanah sehingga mereka terpaksa harus menjadi Buruh Tani (Tani Penggarap) karena Sebagian Besar tanah atau lahan Pertanian di Indonesia dikuasai oleh Segelintir Orang yaitu Borjuis Besar Komprador (Tuan Tanah Besar yang Berhubungan lansung dengan Imperialisme) ataupun oleh Negara Sendiri melalui Taman Nasional, PTPN, PERHUTANI ataupun TNI. Dilain Sisi, dalam Upaya monopoli atas tanah tersebut, Rakyat selalu dihadapkan dengan Berbagai Tindak Kekerasan ketika hendak Mempertahankan Tanahnya.
3) Tidak Tersedianya Lapangan Kerja yang Luas dan Merata.
Selain dengan Problem diatas, Rakyat Indonesia juga dihadapkan dengan persoalan sempitnya lapangan kerja yang tidak disediakan secara luas dan Merata. Disektor Industri khususnya, selain Persoalan upah Murah ataupun persoalan Pemotongan Upah, Buruh juga selalu dihadapkan dengan Ancaman PHK yang bisa datang setiap Saat sehingga memperlancar Sirkulasi ketersediaan Cadangan Tenaga kerja yang besar dan Murah, selain itu pemuda Desa yang telah kehilangan Tanahnyapun dihadapkan dengan Persoalan yang sama, pun demikian dengan Pemuda Mahasiswa yang samasekali tidak ada jaminan untuk Mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan Studynya. Pendidikan justeru dijadikan sebagai Corong Propaganda Imperialisme untuk memperkuat Dominasinya dengan hegemoni atas Kurikulum sesat yang diterapkan didunia pendidikan.
Untuk Menjawab sempitnya ketersediaan lapangan Kerja Pemerintah Menggembar-Gemborkan Pendidikan Entrepreneurship dengan gagasan agar Mahasiswa paska Kuliah dapat Membangaun Usaha sendiri (Ex: Kebiasaan Mencari Kerja diubah menjadi Kebiasaan Menciptakan Lapangan Kerja-Prinsip Kewirausahaan). Problemnya adalah, Bagaimana Rakyat akan mampu membangun Usaha sendiri ditengah Himpitan Ekonomi yang serba sulit. Tidak pernah dibongkar secara Terang bahwa Siapa yang telah Menguasai Modal ataupun Alat tenaga Produktif (Mulai dari Alat kerja, Sasaran Kerja) secara besar-besaran, sehingga Walaupun Rakyat mampu membangun Usahanya Sendiri, dapat dipastikan bahwa Rakyat tidak akan pernah dapat Bersainmg dengan Imperialis yang telah Memonopoli seluruh Aspek dasar Produksi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tulis Komentar Anda