Rabu, 16 Februari 2011

“Kepada Orang Tua, Keluarga, Kawan dan Kekasihku”


Kubiarkan segala Rasa atas dirimu memenuhi Hati dan Fikiranku.
Aku Sangat Bahagia dan Menikmati semua itu…

Walau Kutahu, Aku takkan pernah bisa dengan Semurna Menikmatinya,
Bukan Karena Engkau “Telah Memikirkan atau di Fikirkan” Selain Aku
Tapi Karena Dia (Penguasa) Telah Merampas Waktu dan Kebebasanku,
Bahkan Jaminan atas Hidupku dan Kelak Pada Keturunanku…

Persoalan itu, semua orang juga tahu, Karena ternyata, itu tidak hanya masalahku
tapi sudah menjadi persoalan pokok dari sebagian besar orang di Negeri Ini…
Karenanya, Total, Fokus dan Maksimal adalah Tuntutan Jalan keluarnya…
Abdikan diri, Serahkan tenaga dan fikiran bersama Massa mewujudkannya

Jika Esok, Lusa atau Seterusnya tiba-tiba Aku tiada,
Atau Kita tak lagi bisa bersua atau bahkan sekedar tukar Berita
Itu semua bukan karena Aku tak Cinta, tapi untuk yang lebih sempurna…
Tentu saja, kita semua tak Ingin lama-lama…

Kepada Ayah, Bunda, Saudara dan Semua Keluarga
Lepaskan Saya dengan bangga dan Doa-doa…
Kepada Kawan dan Sahabat Semua…
Mari tuntaskan tugas mulia dengan Perjuangan Gegap Gempita

Kepada Engkau yang kini dekat denganku
Meskipun harus Menunggu, harapan tetap ingin bersatu
Jangan sekali-kali kau Ragukan Cintaku
Sebab Rasa itu sepenuhnya untukmu…

Kepada Engkau yang slalu kupanggil Sayang…
Jika Benar Kau Harapkan itu,
Lapazkan dalam Doa dan setiap Ucapmu
“SEMOGA AKHIRNYA KITA BISA BERSATU”

Pegang Janjiku, Aku akan Selalu Mencintaimu…!!
Rindu, Kasih dan Sayangku Pasti Untukmu…!!



Jakarta, 17 Februari 2011
“Kanak Patju”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda